fbpx

Activity

  • Handberg Dejesus posted an update 3 months ago

    Bayangkan bila sampai saat ini member masih belum memperoleh plastik? Tentu kalian sampai saat ini sedang menggunakan bahan unik sebagai wadah diantaranya cangkang hewan. Hasil plastik betul-betul memberikan kemudahan bagi kita semua. Sifatnya yang elastis, mudah disusun, murah dan rendah, membuat plastik menjadi bahan yang sering digunakan. Bukan cuma untuk sebagai saluran berbentuk kresek. Plastik juga bisa disusun menjadi alat-alat yang lainnya, seperti alat perabotan rumah, segi alat elektronik, sampai bagian pada perantara macam mobil sampai pesawat. Plastik pula memiliki beberapa jenisnya, salah satunya adalah plastik Phenolic Molding/moulding compound yang terkenal memuaskan dan tahan bergolak.

    Plastik yang acap dikenal bakelit itu ditemukan oleh Leo Hendrik Baekeland. Ia adalah seorang penemu berdarah Belgia akan tetapi memiliki kebangsaan Amerika Serikat. Ia bereksperimen dengan mencampurkan 2 monomer yang berbeda yaitu phenol & juga formaldehyde. Phenol sendiri merupakan produk sampingan dari penyulingan batu bara. Selain tersebut phenol juga dapat didapatkan secara bikinan dari benzena. Atas dua metode tersebut, phenol mudah diperoleh dalam jumlah yang banyak. Untuk formaldehyde, biasanya ditemukan dalam bentuk gas serta diproduksi dari oksidasi methyl. Dalam pabrikasi bakelit, formaldehyde diubah dalam bentuk cair yang biasa dikenal sebagai formalin.

    Selanjutnya 2 monomer di bagi akan digabungkan dengan reaksi polimerisasi kondensasi. Proses ini adalah proses pembentukan polimer dari berbagai monomer yang memiliki set fungsional.
    phenolic molding compound , molekul yang dilepaskan serupa efek samping prosedur tersebut adalah larutan dan juga metanol. Sebetulnya, dari hasil proses di bagi didapatkan dua jenis resin. Resin yang pertama adalah resol, yaitu resin yang didapatkan dari proses satu tahap. Yang kedua adalah spesies resin yang didapatkan dari proses 2 tahap yang disebut novolac. Kedua jenis resin tersebut dan kemudian sama-sama ditambahkan material pengisi seperti asbes, katun, ataupun bubur kertas. Fungsinya adalah untuk memberikan konsistensi pada plastik & mencegah agar plastik tidak mudah mengerut. Dari hasil prosedur tersebut dihasilkanlah polimer Phenolic Molding/moulding compound yang kemudian dinamai oleh penemunya ialah bakelit.

    Setelah Leo Hendrik Baekeland memperoleh bakelit tersebut, ia lalu mematenkan kinerja temuannya tersebut. Awalnya penggunaan bakelit seharga pada bola biliar atau kotak radio. Tapi setelah tersebut, bakelit semakin biasa oleh kalangan biasa dan penggunaannya bertambah beragam. Anda bisa menemukan bakelit di beragam alat elektronik seperti stopkontak, saklar, terminal. Bakelit juga ada di beberapa barang seperti hulu panci hingga bedil, bagian-bagian kendaraan, hingga perhiasan. Sifatnya yang tahan panas, bukan mengalirkan listrik, longgar, stabil tapi tetap ringan membuat bakelit bisa digunakan pada berbagai alat dalam sekitar kita.

    Itulah tadi serba-serbi tersekat Phenolic Molding/moulding compound atau biasa dikenal sebagai bakelit. Banyak sekali taktik yang menarik di belakang material kuat tersebut. Tentunya dari artikel ini, Anda jadi semakin tahu bagaimana sejarah serta proses pembuatan bakelit ya.

 Asociación de Terapeutas del Bufo Alvarius, A.C. 

Ponte en contacto

Envíanos tus comentarios y te responderemos en cuanto sea posible.

Sending
or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account